Gus amak : NU Didirikan melalui Riyadhah para Ulama

Gus amak : NU Didirikan melalui Riyadhah para Ulama

Pasuruan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Huwal Habiban di Masjid An Nur, Kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (04/07/2026).​​​​​​​

Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus H M Nailurrohman mengatakan, NU didirikan melalui riyadhoh para ulama yang tidak pernah lepas dari tasbih. Karena itu, para pengurus NU juga harus menjaga tradisi spiritual tersebut.

“NU didirikan atas riyadhoh dan tidak lepas dari tasbih. Jangan sampai menjadi pengurus NU tetapi jauh dari tasbih. NU lahir dari isyarah tasbih selain tongkat,” ujarnyaMenurutnya, dalam memasuki abad kedua NU, tasbih harus tetap menjadi simbol dzikir dan kekuatan spiritual yang mengawal perjalanan organisasi.

“Di usia NU yang memasuki satu abad ini, tasbih harus terus mengawal kapal besar NU agar tidak tenggelam,” terangnya.

Pihaknya menyebut, sebesar apa pun tantangan dan ujian yang menerpa NU, organisasi ini akan tetap kokoh selama warganya tidak merusak dari dalam. “Ombak sebesar apa pun yang mengguncang NU tidak akan menghancurkannya. Yang terpenting, orang-orang yang berada di dalam kapal tidak melubangi kapal itu sendiri,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh warga NU untuk bersyukur karena dapat menjadi bagian dari perjuangan organisasi yang telah dirintis dengan penuh pengorbanan oleh para muassis.​​​​​​​ Dan perjuangan generasi sekarang dalam menghidupkan NU tidak seberat perjuangan para pendiri. Karena itu, tugas utama warga NU adalah menjaga warisan tersebut agar tetap menjadi perekat persatuan bangsa.​​​​​​​”Kalau kita tidak bisa seperti ulama terdahulu, maka setidaknya kita harus menjaga rumah besar ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

​​​​​​​Gus Amak juga mengingatkan bahwa menjaga NU berarti menjaga amanah para guru dan pendiri organisasi, oleh karena itu harus dijalankan betul-betul. “Menjaga NU berarti menjaga amanah guru kita. Para muassis telah menitipkan organisasi ini kepada kita. Jangan berpikir apa yang kita dapatkan dari NU, tetapi pikirkan apa yang harus kita berikan untuk NU,” pesannya.

Ahad, 5 Juli 2026 | 17:00 WIB – Mokh Faisol